Minggu, 16 September 2012


LAPORAN ILMU ALAMIAH DASAR
Pembuatan Tape Singkong Coklat
logo terbaru s
Oleh
·       NI KOMANG RUSNA DEWI         (1014021001) A
·       NI WAYAN SURATNI                    (1014021005) A
·       KD VIRGOTAMA KRISSANTA  (1014021016) A
·       PANDE NYM SUASTAWAN          (1014021018) A
·       I WAYAN DEDI PRANATA          (1014021020) A


Jurusan Pendidikan Sejarah
Fakultas Ilmu sosial
Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja
2012


KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur kami panjatkan ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmatnya dalam kejernihan berpikir. Sehingga kami dapat merampungkan laporan  yang berjudul “Pembuatan Tape singkong Coklat” ini. Makalah ini di buat dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Ilmu alamiah dasar
Tidak lupa pula kami ucapkan banyak-banyak terimakasih kepada yang terhormat Bapak dosen yang dalam kesempatan ini sebagai dosen langsung mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar . Kepercayaan beliau yang diberikan kepada kami untuk membahas materi “Pembuatan Tape singkong Coklat” dalam bentuk penugasan membuat makalah ini, pada awalnya memang kami rasakan sebagi sebuah beban tersendiri. Akan tetapi setelah kami menyadari esensial dari penugasan tersebut, kamipun merasa tidak terbebani dalam merampungkan makalah ini.. Selebihnya bagi pihak-pihak yang secara langsung maupun tidak langsung membantu dalam penyusunan makalah ini, kami ucapkan terima kasih.
Dalam kesempatan ini kami juga berharap semoga makalah yang dibuat dengan segala kerelatifannya ini mampu memberikan manfaat yang positif khususnya bagi kami dan umumnya bagi segenap pihak yang berkesempatan membaca makalah ini.
“Segala kekurangan hanya ada pada manusia, dan segala kelebihan hanya ada pada Sang Maha Pencipta”. Menyadari posisi tersebut kami sebagai pemakalah menyadari betul keberadaan makalah ini masih belum mencapai kesempurnaan. Oleh sebab itu, kami masih sangat mengharapkan sumbang saran, kritik, dan do’a yang tentunya bersifat membangun demi eksistensi kami kedepan dalam berkarya.

Singaraja, 12 Juni 2012

      Penulis
I




DAFTAR ISI

Kata pengantar …………………………………………………………………....i
Daftar isi…………………………………………………………………………..ii

1.1  Latar belakang………………………………………………………………..1
1.2  Pembahasan …………………………………………………………………..1
1.2.1    Alat-alat yang digunakan…………………………………………….1
1.2.2    Bahan-bahan yang digunakan……………………………………….2
1.2.3    Proses pembuatan tape singkong Coklat……………………………3
1.3  Kesimpulan……………………………………………………………………7


Lampiran foto-foto……………………………………………………………….8










BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
 Bioteknologi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu bioteknologi tradisional dan bioteknologi modern. Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang dilakukan berdasarkan pengalaman yang diwariskan secara turun-temurun Bioteknologi tradisional ini memanfaatkan mikroorganisme untuk memproduksi alcohol atau bahan makanan lainnya.Mikroorganisme yang digunakan berupa bakteri atau jamur.  Dalam rangka memproduksi makanan dan minuman , masyarakat Indonesia telah mengenal Bioteknologi tradisional dengan memanfaatkan mikroorganisme, seperti dalam pembuatan tape, Oncom, Tempe, Cuka kecap dan lainnya.
Tape merupakan makanan fermentasi tradisional yang sudah tidak asing lagi. Tape dibuat dari beras, beras ketan, atau dari singkong (ketela pohon). Berbeda dengan makanan-makanan fermentasi lain yang hanya melibatkan satu mikroorganisme yang berperan utama, seperti tempe atau minuman alkohol, pembuatan tape melibatkan banyak mikroorganisme. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan mikroorganisme yang terdapat di dalam ragi tape adalah kapang Amylomyces rouxii, Mucor sp., dan Rhizopus sp.; khamir Saccharomycopsis fibuligera, Saccharomycopsis malanga, Pichia burtonii, Saccharomyces cerevisiae, dan Candida utilis; serta bakteri Pediococcus sp. dan Bacillus sp. Kedua kelompok mikroorganisme tersebut bekerja sama dalam menghasilkan tape.
Tape merupakan makanan khas tradisional Indonesia yang banyak dibuat oleh masyarakat pedesaan. Di Bali sendiri tape dibuat saat perayaan hari-hari besar keagamaan seperti galungan dan kuningan. Pembuatan tape singkong membutuhkan waktu kurang lebih 3 hari untuk proses fermentasi.  Pembuatan tape singkong menggunakan ragi sebagai bakteri untuk proses fermentasinya.
1.2   Pembahasan
1.2.1        Alat-alat yang digunakan
Ø  Kompor gas
Ø  Penggorengan
Ø  Pisau
Ø  Piring
Ø  Sendok
Ø  Mangkok
Ø  Panci pengkukus
Ø  Saringan
Ø  Nampan
Ø  Kain lap
1.2.2        Bahan-bahan yang digunakan.
Ø  Singkong
Ø  Coklat
Ø  Air
Ø  Daun pisang
Ø  Ragi
Ø  Gula
Ø  Garam
Ø  Tepung terigu
Ø  Tepung beras
Ø  Telor

1.2.3        Proses Pembuatan tape singkong Coklat.
Pembuatan tape singkong coklat dimuali pada hari jumat 15 juni 2012 pada sore hari. Langkah awal yang dilakukan yaitu mmenyiapkan alat-alat dan bahan-bahan pembuatan tape singkong Coklat antara lain: kompor, piring, mangkok, sendok dan nampan. Sedangkan bahan yang dipersiapkan yaitu Singkong, ragi dan daun pisang .

Ø  Cara Kerja :
  1. Siapkan semua bahan.
  2. Kupas singkong dan kikis bagian kulit arinya hingga kesat.
  3. Potong singkong yang telah dikupas sesuai keinginan. Sebaiknya singkong dipotong dengan ukuran sedang, jangan terlalu besar. Hal ini penting diperhatikan supaya setelah dikukus seluruh bagian singkong terasa empuk.
  4. Cuci hingga bersih singkong yang telah dipotong.
  5. Sementara menunggu singkong kering, masukkan air ke dalam panci samapai kira – kira terisi seperempat lalu panaskan hingga mendidih.
  6. Setelah air mendidih masukkan singkong ke dalam panci kukus, lalu kukus hingga singkong ¾ matang, kira – kira ketika ‘daging’ singkong sudah bisa ditusuk dengan garpu.
  7. Setelah matang, angkat singkong yang telah ¾ masak lalu taruh di suatu wadah, kemudian didinginkan
  8. Sambil mengipas – ngipas, teman satu kelompok kami menyiapkan wadah sebagai tempat untuk mengubah singkong menjadi tape. Wadah itu terdiri dari baskom yang bawahnya dilapisi dengan daun pisang.
  9. Setelah singkong benar – benar dingin, masukkan singkong ke dalam wadah lalu taburi dengan ragi yang telah dihaluskan dengan menggunakan saringan. Dalam jangka waktu ini, ragi ini  akan melakukan reaksi dengan singkong dan mengubah zat tepung dari singkong tersebut menjadi zat gula.
  10. Singkong yang telah diberi ragi ini kemudian ditutup kembali dengan daun pisang. Singkong ini harus benar – benar tertutup agar mendapatkan hasil yang maksimal.
  11. Setelah singkong ditutupi dengan daun pisang, diamkan selama 1-2 hari hingga sudah terasa lunak dan manis. Saat itulah singkong telah menjadi tape.
  12. Setelah 2 hari  didiamkan dan tape matang , selanjutnya tape dijadikan olahan tape goreng coklat dengan proses sebagai berikut.
Ø  Tape singkong dihancurkan dan bentuk tape tersebut seperti bola pingpong.
Ø  Tape yang berbentuk bola tersebut dilubangi dalamnya dan dimasukkan coklat kedalamnya.
  1. Adonan yang di perlukan untuk membungkus tape goring coklat yaitu
Ø  Garam dan telor dicampur dan diaduk menjadi satu. Setelah tercampur rata masukkan gula tepung terigu dan tepung beras. Kemudian diaduk sampai rata. Masukkan air secara perlahan sehingga adonan tersebut menjadi agak kental.
  1. Minyak dipanaskan ,kemudian Tape yang berbentuk bola tersebut dicelupkan keadonan tepung , digoreng hingga warnanya menjadi kecoklatan.
  2. Setelah matang Tape singkong Coklat diangkat dan siap dihidangkan.

1.3     KESIMPULAN
  1. Pembuatan tape termasuk dalam bioteknologi konvensional (tradisional) karena masih menggunakan cara-cara yang  terbatas.
  2. Pada proses pembuatan tape, jamur ragi akan memakan glukosa yang ada di dalam singkong sebagai makanan untuk pertumbuhannya, sehingga singkong akan menjadi lunak, jamur tersebut akan merubah glukosa  menjadi alkohol.
  3. Dalam pembuatan tape, ragi (Saccharomyces cereviceae) mengeluarkan enzim yang dapat memecah karbohidrat pada singkong menjadi gula yang lebih sederhana. Oleh karena itu, tape terasa manis apabila sudah matang walaupun tanpa diberi gula sebelumnya.
  4. Kegagalan dalam pembuatan tape biasanya dikarenakan enzim pada ragi  Saccharomyces cereviceae  tidak pecah apabila terdapat udara yang mengganggu proses pemecahan enzim tersebut



LAMPIRAN FOTO-FOTO
Gambar: persiapan bahan
Gambar : Pengupasan Singkong
Gambar : panaskan air untuk merebus singkong
Gambar : singkong dimasukkan ke dalam Baskom untuk di rebus
Gambar : Tape rebus diisi ragi untuk di fermentasi

Gambar : Tape setelah 2 Hari di Fermentasi
Gambar: Tape dihancurkan untuk dijadikan Tape goreng Coklat
Gambar: Bulatan tape singkong diisi Coklat
Gambar: Adonan tepung untuk tape goreng Coklat

Gambar : bulatan Tape dimasukkan ke dalam Adonan tepung
Gambar: bulatan tape coklat digoreng hingga matang
Gambar : Penggorengan Tape goreng Coklat.
Gambar : Tape coklat Goreng siapa dihidangkan

ARTIKEL

BULAN PEJENG
(Cerita Rakyat Desa Pejeng, Gianyar, Bali)
Diceritakan dahulu kala di langit ada 8 buah bulan yang menerangi dunia ini. Pada suatu hari salah satu bulan tersebut jatuh kebumi, tepatnay di sebuah desa yang bernama desa pejeng. Di desa tersebut bulan tidak jatuh ketanah melainkan tersangkut diatas sebuah pohon besar (kira-kira seperti pohon beringin). Karena jatuhnya bulan tersebut, masyarakat pejeng menjadi panik karena mendapatkan sebuah kejadian besar dan tidak diduga-duga. Akibat bulan tersebut juga, keadaan alam pejeng menjadi terang-benderang, bahkan tidak pernah ada malam dengan kata lain situasi desa pejeng siang terus.
 Setelah sekian lama Keadaan Pejeng terang menderang, hal ini sangat tidak dikehendaki oleh para orang yang memilki niat buruk, khususnya para pencuri/maling. Para maling ini tidak bisa menjalankan misinya di tengah keadaan yang terang, karena mereka biasanya beraksi pada situasi yang ngelap  supaya tidak diketahui oleh masyarkat. Akhirnya para maling mengadakan suatu pertemuan di sebuah tempat ujntuk mengatasi mmasallah tersebut(situasi yang terang), mereka pun mendapatkan sebuah solusi yang cukup unik, yaitu  berniat untuk mengencingi bulan tersebut. Mungkin halk ini dilakukan karena mereka beranggapan bahwa bulan yang bersianr terang tersebut adalah benda yang suci sehingga jika dikotori/dinodai maka kesuciannya akan hilang dan otomatis cahayanya pun akan padam. Untuk menjalani aksinya tersebut maka ditunjuklah salah seorang maling yang dinilai mmemilki mkemampuan serta keberanian yang cukup tinggi. Singkat cerita  pada keesoakan harinya maling yang ditunjuk tersebut menjalaani rencana myang sudah dipersiapkan matang-matang, dia langsung naik ke pohon besar tempat bulan tersebut. Sesudah diatas pohon di tidak tinggal diam lagi dan langsung mengencingi bulan tersebut. Apa yang terjadi?, ternyata hal yang diinginkan benar terjadi yaitu bulan itu padam dan tidakmengeluarkan sianr lagi, dan pada pinggiran bulan tersebut menjadi sedikit pecah akibat tetesan air kencing si maling (pecahan ini sampai sekarang masih ada pada nekara yang dianggap bulan) dan simaling yang mengencinginya langsung mati.
 Peristiwa padamnya bulan tersebut kembali menggegerkan masyarakat desa pejeng, dimana mereka merasa sanagat terkejut karena bulan yang sebelumnya bersinar terang menjadi redup. Masyarakat lalu mmenyelidiki apa penyebab kejadian ini. Selanjutnya mereka menyilidikanya keatas pohon tempat bual itu berada, ternyata diatas pohon tersebut mereka menemukan sebuah mayat seorang laki-laki yang memang banyak yang mengenalo kalau dia adalah seorang yang sering mencuri dirumah warga tetapi sanagt sulit ditangkap. Setelah beberapa lama diselidiki, ada seoarang waraga yang mmelihat bahwa sebelum bulan itu redup ada seseoarang yanmg mengencinginya dan langsung mati,tetapi warga yang melihat kejadian ini pada saat itu takut untuk melaporkan hal ia lihat, karena takut akan dibunuh oleh teman si pencuri yang mengencingi bulan tersebut.
            Setelah kejadian redupnya bulan tersebut  keadaaan desa pejeng menjadi normal kembali, dimana siang dan malam tetap ada sebagaimana biasanya. Tetapi bulan yang jatuh dari langit tersebut masih ada diatas pohon besar, dan setelah sekian lama para warag berinisiatif mengupacarai bulan yang redup tersebut, karean diduga merupakan sebuah benda yhang memilki kekuatan magis. Setelalh selesai diupacarai, bulan tersebut dibuatkan sebuah pelinggih. Setelah selesainya pelinggih, bulan tersebut langsung dipindahkan tetapi pada saat pemindahannya mngalami sebuah kesulitan, yaitu bualn yang ukurannya cukup besar itu sangta sulit dipindahkan denagn tenaga manusia. Sehingga masyarakat pejeng meminta bantuan orang pintar (memilki ilmu kebatianan), untuk memberiakn sebuah solusi, dan ia mnyeruh mengguanakn benang tri-datu (benang tiga warna ; hitam, merah putih, yamg menurut kepercayaan orang bali meilki suatu kekuatan magis yang tinggi) untuk memindahkannya. Hal yang disuruh orang pintar tersebut akhirnya dilaksanakan dan masyarakat membuat benag tridati yang ukurannya panjang, dan langsung mengikatnya pada bulan tersebut dan langsung dipindahkan denagn mudah ke pelinggih yang dibuat. Kemudian ataas kesepakatan masyarakat pejeng dan petunjuk dari orangf pintar maka bualn yang telah diletakan di pelinggih tersebut harus dupacarai dan disembah oleh masyarakat, karean merupakan anugrah dari ida sang hyang widhi wasa.
            Demikianlah cerita dari bulan yang ada di puar penataran sasih yang ada di pejeng yang sampai saat ini masih dipuja dan di upacarai oleh masyarakat setempat. Tetapi setelah beberapa ahli kepurbakalaan melakuakn suatu penelitian terhadap bualan tersebut, ternyata itulah bukanlah bulan yang dipercaya oleh masyarakat jatuh dari langit, melainkan sebuah “Nekara” peninggalan dari zaman prasejarah yaitu pada zaman  logam/perunggu. Menurut para ahli  nekara ini pada dulunya digunakan sebagi alat untuk mendatangkan hujan, genderang perang, serta sebagai tanda kebesaran sebuah kerajaa, dsb. Walaupun demikian cerita tentang bulan pejeng ini masih tetap ada sampai sekarang dan masih ada masyarakat yang percaya bahwa benda yang ada di pura penataran sasih tersebut adalah bulan yang memang jatuh dari langit




OLeh :
 #Pande Nyoman Suastawan#

Sabtu, 15 September 2012

Ini Profil Desa saya ( Desa Sepang)


DATA PROPIL DESA
1. Nama Desa : Desa Sepang
a. Sejarah singkat desa
Pada Jaman Dalem Segening tahun Saka 1597, pada saat itu Raja Buleleng Gusti Panji Sakti mendapat serangan musuh di sebut Wong Bojo melewati pesisir Pengastulan.
Konon di ceritakan atas berita lisan dan orang Tua Raja Buleleng memerintahkan: agar Desa Gunung Merta Sari ( Desa Sepang sekarang ) mengirim pasukan untuk menghadapi serangan tersebut kemudian terkirimlah pasukan yang dibawah pinpinan : Tiga serangkai yaitu : I Pasek Tiga, I Rumpi Gin dan Kumpi Kuriada, saat itu musuh dapat dikalahkan / mundur dan selamat , hari berikutnya I Pasek Tiga dipanggil Raja Buleleng (I Gusti Panji Sakti)
-    Raja bersabda          : “Ih Pasek apa anggon Cai , Tur Betara nyen ane sungsung Cai ditu di Gunung Merta Sari.
-    Pasek menjawab       : “ Tiang mapinunas di GunungBesturiRing Ida Betara.
-    Sabda Raja               : “Apaseh di Gunung Besturi ada Pura ( Palinggih)
-    Pasek menjawab       : “Mungguwing indik Pura / Palinggih boye wenten sane Wenten wantah Bebaturan.
-    Raja Ngandika           : “Pasek” Bebaturan ento suba meadan pasinipangan Ida Betara” lamun keto Bene jani
                                             mapaica Panugrahan Desan Caine adanin” Desa Pasimpangan” Kesuwen suwen
                                             Pasimpangan lumbrah Desa Simpang Raris selanturnyane dados Desa Sepang.
b.      Lambang dan Artinya   : Belum ada.

2.      Visi dan  Misi            :
a.      Visi        :
         WUJUDKAN PEMBANGUNAN RAN KEMAKMURAN MELALUI PENINGKATAN INFRASTRUKTUR SERTA
        PERTANIAN
b.     Misi       :
     1.  Mewujudkan pembangunan Infrasetruktur dan perbaikan     pengelolaan Sumber 
            Daya Manusia ( SDM  ) dan  Suber Daya   Alam ( SDA )
    2.  Pelestarian lmgkungan hidup , revitalisasi pertanian, Perkebunan dan pemberdayaan
          Kelompok — Kelompok Usaha produktifmelalui UEP.
    3.  Melengkapi pasilitas — pasilitas Pendidikan, Kesehatan Serta Prasarana Jalan.
    4.  Bangkitkan seinangat untuk mencapai kesejatraan dan di sesuaikan dengan juklak yang ada.

3.     Desa Luas Wilayah Desa:
        Sepang luasnya            : 4.427.408 Ha.
        Pemanfaatan Desa

a.       Perkebunan            : 12.992.067 Ha
b.      Pertanian                  : -
c.      Kuburan                  : 0,65 Ha
d.      Perumahan            : 2,195 Ha
e.      Tegalan                   : -

4.      Letak dan Batas Desa
a.       Utara                      : Hutan Negara dan Desa Unggahan.
b.      Timur                       : Desa Pucaksari.
c.       Selatan                   : Desa Sepang Kelod.dan Desa Tista.
d.      Barat                       : Hutan Negara.

5.   Jarak Pemerintahan Desa ke    :
a.       Kecamatan           : 32 Km
b.      Kabupaten            : 69 Km
c.       Propinsi                  : 106 Km

6.   Jumlah Dusun dan Nama - nama Dusun : 4 Dusun
1.      Dusun Sepang
2.      Dusun Belulang
3.      Dusun Kerobokan
4.      Dusun Kembangrijasa.

7.   Jumlah Penduduk        : 4578 Jiwa
a.       Laki - laki           : 2374 Orang
b.      Perempuan        : 2204 Orang
8.    Mata Pencaharian Penduduk:
a.       PNS              :65 Orang
b.      Polri               :16 Orang
c.      TNI                 : 7 Orang
d.      Petani           : 2589 Orang
e.       Buruh Tani   : 1087 Orang
f.        Peternak       : 250 Orang

9.      Organisasi yang ada di Desa:
1.      Subak Abian
2.      Sekaa Taruna Taruni
3.       Sekaa Gong
4.      Sekaa Santhi.
5.      Kelompok Tani
6.      Karang Taruna.
7.      Kelompok Ternak
8.      Kelompok Ikan
9.      Gapoktan
10.  KTNA

10.  Potensi Desa yang dikembangkan:
a.       Pertanian                        : Kopi , Cengkeh, Kakao, Padi dll
b.      Peternakan                      : Kambing, Sapi , Babi , Ayam Kampung dll
c.       Kerajinan Tangan          : Anyaman bambu ( Kuskusan)
d.      Kerajinan lainnya             : Menjahit. (Pakaian)
11.  Sarana Pendidikan yang ada besertajumlah:
a.       1 buah PAUD        :  13 Siswa
b.      1 buah TK              :  23 Siswa
c.       SD                         : 5 buah
-        SDN. 2                  : 154 Siswa
-        SDN 3 1               :  l23Siswa
-        SD N                   :   81 Siswa
-        SDN5                 :    58 Siswa
-        SDN6                 :  59 Siswa
d.      SMP                      : 1 buah dengan jumlah siswa  215 Siswa

12.  Sarana Kesehatan yang ada beserta Jumlahnya:
a.       Posyandu               : 6 Posyandu.
b.      Puskesmas             : 1 Puskesmas.
c.       Bidan Desa           : 1 Bides.
d.      Praktek Dokter      : 1 buah.
e.       Praktek Perawat     : 1 buah.

13.  Sarana dan Prasarana Media Infonnasi yang ada beserta jumlah :
a.       Sarana Komputer pada kantor Desa dan spesifikasinya:
1.      Komputer         : 4 buah
2.      Leptop : 1 buah
b.      Penduduk yang memiliki TV, Radio:
1.      TV             : 341       Orang
2.      Radio       : 301      Orang
c.       Penduduk yang berlangganan Koran           : -
d.      Penduduk yang memiliki HP                        : 3744 Orang
e.       Penduduk yang memiliki Komputer        :   3 Orang dan 2 Orang memiliki Leptop.

Sejarah wanita

SEJARAH WANITA
Perekonomian Indonesia Di Tangan Sri Mulyani

Description: E:\Logo Undiksha new\Logo Undiksha RGB 2.jpg
Oleh
·              PANDE NYM SUASTAWAN           (1014021018) A







Jurusan Pendidikan Sejarah
Fakultas Ilmu sosial
Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja
2012


Perekonomian Indonesia Di Tangan SRI MULYANI
 Sri Mulyani Indrawati (lahir di Bandar Lampung, Lampung, 26 Agustus 1962; umur 49 tahun) adalah wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010. Sebelumnya, dia menjabat Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu. Begitu, dia berkantor di Kantor Bank Dunia, dia praktis meninggalkan jabatannya sebagai menteri keuangan. Sebelum menjabat menteri keuangan, dia menjabat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu. Sri Mulyani sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia. Ia menjabat Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas EkonomiUniversitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998. Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. Sejak tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008[2] dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versimajalah Globe Asia bulan Oktober 2007
 Sri Mulyani Indrawati lahir  sebagai anak ke 7 dari 10 bersaudara dari pasangan (Alm) Prof.Satmoko dan (Alm) Prof.Dr.Retno Sriningsih Satmoko. Menilik prestasi dan kesuksesan yang ditorehkan oleh Ani saat ini sebenarnya tak dapat dilepaskan dari sosok besar kedua orang tuanya yang membesarkannya dalam lingkungan keluarga yang sangat menghargai pendidikan. Keluarga besarnya kerap dibicarakan banyak orang sebagai representasi keluarga yang sukses di kota Atlas, Semarang.
            Orang tua, tidak dipungkiri adalah memang figur teladan terbaik bagi Ani dan saudara-saudaranya. Sang Ayah memiliki karakteristik khas sebagai sosok pengembira, suka musik, sangat bijaksana, ekspresif, jujur, memiliki Insting kuat untuk melayani orang, serta memiliki Jiwa kepemimpinan yang sangat tinggi, menurut Ani adalah panutan yang sangat berpengaruh baginya. Sementara itu, sang Ibu, di mata Ani adalah sosok yang serius, kutu buku, pekerja keras dan tidak suka pada hal yang berlebihan. Sang Ibu merupakan sosok panutan ibu rumah tangga dengan 10 anak yang sukses di dunia pendidikan dan karier. Dalam usia 45 tahun, sang ibu meraih gelar doktor di IKIP Jakarta, setelah sebelumnya juga menyelesaikan pendidikan masternya di tempat yang sama.
 Kepribadian Sri Mulyani yang lugas dan cerdas mengantarkannya pada pergaulan yang luas. Ia disenangi banyak orang di dalam dan luar negeri. Tak heran jika pada awal oktober 2002 lalu ia terpilih sebagai Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) mewakili 12 Negara di Asia Tenggara (South East Asia/SEA Group) menggantikan Dono Iskandar Djojosubroto. Dia menjadi perempuan pertama dari Indonesia dan kedua di Asia Tenggara yang menduduki posisi itu. dimana sebelumnya ada seorang perempuan dari Thailand yang pernah menduduki jabatan tersebut.
            Penunjukannya juga di luar kebiasaan. Selama ini sudah ada semacam kesepakatan antara Bank Indonesia (BI) dan pemerintah bahwa jabatan itu merupakan hak BI, sedangkan untuk perwakilan di Bank Dunia hak pemerintah. Namun, kali ini, ia justru dicalonkan Menkeu. Rupanya BI berkenaan melepaskan haknya untuk mencari orang yang tepat dan paling baik guna mewakili kepentingan Indonesia di Dunia Internasional, terutama IMF.
            Ia mengemban tugas mewakili 12 Negara anggota SEA Group di IMF. Tugasnya sebagai executive director terkait dengan pengambilan keputusan (to execute), untuk menentukan berbagai program dan keputusan  (action) yang harus diambil IMF. Jadi, ia tidak hanya mewakili kepentingan Indonesia saja, tetapi mewakili kepentingan Negara-negara anggota di lembaga IMF maupun forum Internasional yang relevan. Posisi executive director memberikan kekuasaan penuh untuk bicara dan menyuarakan pemikiran, pertimbangan maupun kepentingan di Negara-negara kawasan Asia Tenggara yang kebanyakan  masih dalam kondisi berkembang dan miskin. Selain itu, ia juga mempunyai kewenangan untuk melihat dan mengevaluasi, baik kondisi perekonomian Indonesia maupun cara operasi dan prioritas program IMF di dunia. Ia juga mempunyai banyak kesempatan untuk ikut memperbaiki orientasi program IMF di banyak negara maupun mengatasi dan ikut menyelesaikan masalah global, terutama yang berhubungan dengan arsitektur keuangan dunia, governance serta berbagai perkembangan dan pembangunan Institusi yang diperlukan negara yang ingin bergabung dalam system global yang penuh resiko dan ketidakpastian.
            Pasca berkiprah di IMF, sepak terjang Sri Mulyani semakin tak tertahankan lagi. Tak heran jika pemenang pemilu 2004, pasangan SBY-JK pun bergabung dengan Kabinet Indonesia Bersatu pada tahun 2004 sebagai Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas. Dia menegaskan hanya ingin bekerja , menunjukkan fungsi Bappenas sebagai wadah konsolidasi dan konsultasi seluruh jajaran kabinet untuk merencanakan kebijakan pembangunan. Setelah diangkat menjadi menteri, ia kemudian meninggalkan jabatan sebagai Direktur Eksekutif IMF untuk Asia.
            Selama berada di posisi ini, ia memiliki pandangan bahwa ada 3 Faktor penggerak pertumbuhan ekonomi yaitu Fiskal, konsumsi dan Investasi. Jika mengandalkan fiscal, tampaknya berat karena utang pemerintah masih besar. Selain itu, adanya alokasi subsidi yang besar juga membuat ruang gerak untuk mendorong pertumbuhan menjadi terbatas. Ia juga menegaskan, Investasi mutlak dibutuhkan Indonesia saat ini untuk menyokong pertumbuhan ekonomi. Indonesia tidak bisa lagi mengharapkan tingkat konsumsi dan kebijakan Fiskal sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk mendorong peningkatan Investasi, diperlukan perbaikan iklim investasi dan Infrastruktur yang memadai. Di sisi lain, pemerintah juga tidak mungkin secara terus-menerus menggantungkan pertumbuhan ekonomi pada konsumsi.
            Setahun di posisi itu, Sri Mulyani dipercaya menjabat Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar dalam reshuffle KIB yang diumumkan pada 5 Desember dan dilantik pada 7 Desember 2005. Sejak 2008, presiden SBY menunjuknya sebagai pelaksana tugas (Plt.) Menteri Koordinator Perkonomian menggantikan Boediono yang terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia dan ia pun merangkap jabatan Menteri Keuangan. Selama menjabat sebagai Menteri Keuangan pada masa KIB I itu, ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela-sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke 23 di Dunia versi majalah Forbes pada 2008 dan wanita berpengaruh ke 2 di Indonesia versi majalah Globe Asia pada Oktober 2007.
            Selama menjabat sebagai Menteri keuangan sejak 2005, Sri Mulyani telah membuat banyak gebrakan. Namun dia juga mendapat banyak hantaman dari politikus senayan. Berungkali kebijakannya yang tegas terpaksa lumer oleh manuver politikus-politikus senayan. Dipuji di negeri orang, tetapi dihantam di negeri sendiri.
            Akhirnya Rabu (5/5) tersiar kabar bhwa Sang Kartini baru dari Kota Atlas memilih mengundurkan diri dari kursi nomor satu Lapangan Banteng dan menerima tawaran World Bank untuk menduduki jabatan managing director per 1 Juni 2010, menggantikan Juan Jose Daboub yang juga mantan Menteri Keuangan El Salvador. Dalam pernyataannya lewat surat elektronik, Presiden Bank Dunia Robert Zoellick mengatakan bahwa Sri Mulyani akan mulai bekerja di kantor pusat Bank Dunia di Washington  per 1 Juni. Menurut Zoellick, Sri Mulyani dipilih karena memiliki kemampuan yang unik dan pengalamannya bekerja di Grup Bank Dunia. Tidak hanya itu, Sri Mulyani juga salah satu kandidat untuk menjadi penasihat utama Zoellick. Berkantor di Washington DC, ia akan didaulat untuk menjadi salah satu dari tiga managing director. Jabatan managing director itu sendiri merupakan jabatan tertinggi kedua setelah president director di Bank Dunia.